Politika

Demokrat Minta PKS Datangkan Ardiansyah Sulaiman Saat Kembalikan Formulir Pendaftaran Bakal Calon Pilkada Kutai Timur 2024

SANGATTA, KASAK-KUSUK.COM – Jajaran pengurus DPD PKS Kutai Timur dipimpin ketuanya Warno mengambil formulir pendaftaran untuk bakal calon bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman di DPC Partai Demokrat Kutai Timur di Jalan Diponegoro Sangatta sekitar Pukul 16.30 WITA, Rabu 24 April 2024.

Pada kesempatan itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kutai Timur, Ordiansyah meminta PKS agar dapat mendatangkan Ardiansyah Sulaiman pada saat mengembalikan formulir pendaftarannya nanti.

Adapun pengambilan formulir pendaftaran penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati berlangsung hingga 30 April 2024. Sedangkan untuk pengembalian formulir pendaftaran berakhir hingga 5 Mei 2024.

“Demokrat berharap agar calon yang kita usung dari PKS ini bisa datang mengantar berkasnya ke sini. Mudahan-mudahan Pak Ardiansyah ada waktu, ada kesempatan menyerahkan karena itu yang diminta,” ucap politikus yang kerap disapa Abah Ordi ini.

Ia mengungkapkan pengembalian formulir pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati memang diantar langsung oleh calonnya. Hal itu pula berlaku bagi bakal calon lainnya.

“Pak Sobirin Bagus (ketua DPC PKB Kutai Timur), calon yang pertama datang mengembalikan formulir pendaftarannya,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Ketua DPC PKS Kutai Timur, Warno mengaku Ardiansyah Sulaiman telah mendapat rekomendasi DPP PKS untuk diusung sebagai bakal calon bupati Kutai Timur pada Pilkada Serentak 2024.

Insya Allah, Pak Ordi. Pak Ardiansyah Sulaiman sudah ada rekomendasi dari DPP PKS untuk maju kembali menjadi (bakal calon) bupati,” ucapnya tanpa memperlihatkan rekomendasinya dan juga tak menyebutkan nomor rekomendasi dimaksud.

“Saya juga belum lihat SK-nya (rekomendasi). Karena memang saya tidak ikut ke Jakarta. Nanti Pak Agus (Agusriansyah Ridwan) sebagai humas PKS bisa bantu menjelaskan. Tapi yang jelas secara resmi sudah serah terima (SK) kemarin di DPP PKS,” katanya lagi saat ditanya wartawan seputar rekomendasi dimaksud.

Tak hanya itu, Warno juga mengklaim hasil survei LSI menempatkan Ardiansyah Sulaiman di posisi teratas dari tingkat elektabilitas (keterpilihan) mengalahkan semua bakal calon bupati lainnya yang ingin maju di Pilkada.

“Hasil survei LSI, Pak Ardiansyah saat itu jauh dibanding calon lain hanya 13 koma berapa dan tidak cukup 14 persen,” ungkap Warno tanpa menyebut angka persentase yang diraih Ardiansyah dari hasil survei tersebut.

Dijelaskan bahwa hasil survei yang menempatkan Ardiansyah di posisi teras itu merupakan survei diambil pada saat Pemilu 2024. Tapi saat itu juga sekaligus survei sejumlah tokoh akan maju di Pilkada. Karena itu pihaknya akan terus melakukan survei.

“Mungkin tadinya sih bulan ini sudah dapat hasil survei. Sehingga kalau persyaratan hasil survei Januari sudah siap, Pak Ordi,” paparnya.

Namun begitu ditanya wartawan soal akronim dari LSI dimaksud, lagi-lagi ia mengaku tak tahu dan kembali meminta Agusriansyah untuk menjawabnya. Sebab ada banyak lembaga survei memakai nama berbeda tapi dengan akronim LSI. “Nanti Pak Agus yang jelaskan,” imbuhnya.

Ketua Bidang Humas dan Pemberitaan DPD PKS Kutai Timur Agusriansyah Ridwan mengatakan apa yang disampaikan Ketua DPD PKS Kutai Timur Warno kepada Ketua DPC Demokrat Kutai Timur Ordiansyah adalah salah satu indikator digunakan Partai Demokrat dalam memberikan asesmen terhadap calon akan diusung adalah survei.

Dia bilang, pihaknya sudah melakukan survei dan tentu akan dirilis sesuai tahapan dimiliki PKS. Yang pasti pernyataan ketua DPD PKS itu memiliki implikasi dan konsekuensi. Sebab hal tak mudah disampaikan kalau data yang dimilikinya tak valid.

“Sebenarnya ada dua survei. Satu survei terkait saat Pemilu, tapi belum ada survei khusus terkait Pilkada yang sudah di-list (daftar). Tapi kita lagi persiapan menunggu pengumuman di malam Sabtu lagi. Kita lihat lagi apa yang disampaikan ketua DPD tadi sesuai apa yang kami ketahui,” ulasnya.

Dikemukakan pula pihaknya merilis sekitar empat bakal calon bupati dan 20 calon wakil bupati dan untuk rilis kedua tadi. Survei dilakukan dengan cara berpasangan.

“Berpasangannya untuk lima pasangan (calon wakil bupati) untuk Pak Ardiansyah dan kami juga di partai ada plan (rencana) satu, dua, tiga, empat dan lima. Insya Allah kita lakukan survei Pilkada,” ujarnya.

Dia meyakinkan bahwa dirinya yang menjabat ketua bidang humas dan pemberitaan PKS tentu menyampaikan informasi ini dalam konsekuensi dan tanggungjawab mengatasnamakan PKS.

“Yang kita lakukan survei Pilkada, cuma secara hasil tak jauh beda pada saat kita lakukan waktu mau Pemilu dulu. Bahwa nama-nama trek yang muncul probabilitasnya (kemungkinan) hanya ini,” tambahnya.

Adapun kriteria untuk memilih bakal calon wakil bupati untuk dipasangkan dengan Ardiansyah, kata dia,  berdasarkan tingkat elektabilitas dengan melihat unsur parpol dan non parpol serta mengikuti tren masyarakat.

Mengenai ongkos politik disiapkan PKS dalam menghadapi Pilkada Serentak 2024, dijawab Warno, pihaknya terinspirasi dengan Obama saat maju jadi calon presiden AS.

Obama menurutnya dibiayai pendukungnya untuk berkampanye. Hal serupa kata dia, juga pernah dilakukan PKS. Jadi pendukung yang urunan untuk membiayai pencalonan.

“Bahkan ada warga kami yang menyumbangkan hartanya senilai Rp100 juta saat itu,” kata Warno.  “Kalau kita modal jiwa dan raga,” timpal Agusriansyah.

Berdasarkan hasil penelusuran KASAK-KUSUK.COM pada mesin pencari menemukan sejumlah nama lembaga survei menggunakan akronim yang sama dengan LSI, antara lain:

1. PT Lingkar Strategi Indonesia (LSI)

2. PT Lembaga Survei Indonesia (LSI)

3. PT Lingkaran Survei Indonesia (LSI)

4. PT Citra Komunikasi LSI

5. PT Sigi LSI Network

6. PT LSI Network

7. Lembaga Survei Independen (LSI) Nusantara.

 

Penulis|Editor : Sayuti Ibrahim

 

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: