KUTAI TIMUR – Masyarakat di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), Kaltim sangat mendambakan adanya sumur bor. Pasalnya keberadaannya akan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
Kesulitan akan air bersih tersebut didasari rusaknya pipa induk milik PDAM yang melayani air bersih hingga ke rumah-rumah warga. Adanya permasalahan tersebut tak dipungkiri oleh Arfan selaku anggota DPRD dari kecamatan Bengalon.
Sebagai anggota DPRD dia selama ini cukup getol terus memperjuangkan keberadaan sumur bor tersebut. Tidak hanya itu, dia sudah menganggarkan anggaran untuk pembangunan sumur bor di beberapa lokasi agar masyarakat bisa merasakan air bersih.
“Untuk sementara pembangunan sumur bor masih mencakup di kawasan Kecamatan Bengalon dan di kecamatan lainnya akan segera menyusul. Pasalnya kecamatan tersebut paling banyak yang belum tersambung dengan PDAM,” terang Arfan kepada media.
Politisi Nasdem tersebut menambahkan, jika tidak hanya keberadaan sumur bor yang banyak diinginkan di kecamatan bengalon dan di dapil II. Namun pembangunan jalan tani juga menjadi dambaan masyarakat. Pasalnya masyarakat di Kecamatan Rantau Pulung dan Teluk Pandan banyak yang berprofesi sebagai petani.
“Keberadaan jalan tani sudah bisa dilihat manfaatnya di Desa Sekerat,” terangnya.
Dia menjelaskan, jika jalan di Desa sekerat tersebut yang awalnya setapak namun dengan aspirasinya bisa dilakukan pembangunan jalan sepanjang 3 km. Tentu hal tersebut sangat membantu para petani dalam pengarapan lahan pertaniannya.
“Sekarang hasil panen bisa langsung diangkut dengan mobil tanpa kesulitan. Dan lahan yang kurang produktif bisa diolah lebih produktif lagi,” pungkasnya.(Adv-DPRD/Yq-Az)
![]()












