KUTAI TIMUR – Sejumlah layanan kesehatan di Kabupaten Kutai Timur sempat terhenti akibat adanya pandemi Covid-19. Seperti layanan imunisasi yang lambat atau bahan terhenti, pemeriksaan dan pengawasan dari penyakit malaria juga stagnan atau bahkan terhenti.
“Kita sekarang ini belum keluar pandemi, selama pandemi Covid-19 ada beberapa layanan kesehatan yang harus terhenti atau tidak terlaksana,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur, Bahrani.
Ia mengungkapkan, pertama terkait dengan pelaksanaan imunisasi dasar pada balita dan anak yang seharusnya bisa diberikan pada tahun 2021 yang lalu. Terpaksa harus diberikan pada tahun ini dengan program Imunisasi Kejar. Kemudian, pada pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) juga sama, petugas kesehatan harus door to door mendatangai rumah warga mencari anak usia 9 bulan hingga 12 tahun yang belum mendapat imunisasi.
“Imunisasi dasar yang harusnya diberikan pada tahun lalu terpaksa belum diberikan karena kondisi pandemi, dan baru diberikan pada tahun ini dengan program imunisasi Kejar,” ungkapnya.
Bahrani menyebut, kondisi pandemi Covid-19 membuat seluruh elemen khususnya tenaga kesehatan fokus terhadap penanganan Covid-19 dan mengesampingkan layanan kesehatan yang lain. Berikutnya, adalah penyakit malaria yang luput dari pengawasan tim kesehatan.
Dimana sejak 2010-2020 kasus Malaria itu stagnas, tapi akibat pandemi Covid-19 tidak diawasi dan terjadi peningkatan.
“Malaria itu juga, termasuk salah satu yang tidak kami awasi selama pandemi Covid-19 kemarin dan kini kita kembali bergerak untuk mengawasi,” ujarnya.
Menurut dia, saat ini ada beberapa layanan kesehatan yang kembali menjadi fokus dari Dinas Kesehatan untuk kembali dilakukan pada tahun ini. Diantaranya, pemantauan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), apalagi saat ini sedang musim hujan dan diindikasikan terjadi peningkatan kasus DBD. Kemudian, penyuluhan kepada ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Mereka mendapatkan sosialisasi tentang tumbuh kembang dan gizi yang diperlukan sejak dalam kandungan hingga lahir.
“Sekarang kami sudah fokus lagi untuk memulai program yang sebelumnya terhenti akibat pandemi Covid-19 kemarin,” tuturnya.
Sekedar diketahui, salah satu tugas dan tujuan dari Dinas Kesehatan adalah untuk memperpanjang usia hidup masyarakat dengan derajat kesehatan yang tinggi. Sehingga, Dinkes menggelorakan semangat GERMAS atau sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. (Adv-Kominfo/N).
![]()












