KUTAI TIMUR – Sebagai calon pemimpin bangsa, mahasiswa harus mempunyai semangat dan jiwa kepahlawanan. Selain itu, mahasiswa juga harus memiliki idealisme dalam berpikir dan bersikap, mempunyai sikap rela berjuang dan berkorban.
Pemuda juga diharapkan mengedepankan pembelaannya kepada kelompok yang lemah (mustad’afin) sebagai bentuk peneladanan akan semangat juang dan patriotisme para pahlawan kemerdekaan RI.
Hal itu disampaikan H. Arfan, Wakil Ketua II DPRD Kutim saat dikonfirmasi terkait pentingnya peneladanan sikap para pahlawan bagi milenial di Kutim dalam memperingati HUT 77 RI.
“Peneladanan sikap para pahlawan dapat lebih meningkatkan rasa cinta tanah air dan juga jiwa patriotisme generasi muda, dan itu yang saya harapkan dapat benar-benar dipupuk oleh pemuda di Kutim,” ujarnya.
H. Arfan juga menjelaskan bahwa semangat berjuang dan rela berkorban sebagaimana dicontohkan oleh para pahlawan yang merupakan founding father bangsa ini. Tidak datang tiba-tiba, namun harus dilalui. Semua itu harus didasari oleh pendidikan, pergaulan, bahkan hingga pengkaderan yang baik terhadap pemuda.
“Rela berjuang dan berkorban adalah cermin dari idealisme pemuda yang harus terus dipupuk ditengah pesatnya arus keterbukaan informasi yang dapat merusak nilai kecintaan terhadap tanah air,” imbuhnya.
Disamping itu, dirinya juga berharap kepada para pemuda untuk menjadikan nilai-nilai kebangsaan dan kepahlawanan para pejuang kemerdekaan sebagai bahan renungan yang mendalam.
“Menjadi pemuda yang idealis itu keharusan untuk menjadikan bangsa kita kedepannya menjadi bangsa yang inovatif, kuat dan tangguh,” tegasnya. (Adv-DPRD/Q)
![]()












