KUTAI TIMUR – Anggota DPRD Kutim dari Partai Gerindra Dr. Novel Tyty Paembonan menegaskan pentingnya sosialisasi 4 pilar yang sering dilaksanakan oleh anggota DPR RI, sebagai upaya untuk menangkis paham-paham radikal yang yang bertentangan dengan ideologi bangsa.
Upaya tersebut, menurutnya, apabila dilakukan secara masif dan intens dapat menumbuh kembangkan dan juga memperkuat rasa kebangsaan pada masyarakat secara umum, terutama para generasi muda yang saat ini tengah bergelut dengan hiruk pikuk modernisasi dan keterbukaan informasi yang terkadang tak sejalan dengan nilai luhur Pancasila.
Legislator DPRD Kutim ini juga menyebutkan dengan sosialisasi tersebut, pemahaman kebersamaan dalam bingkai NKRI dapat terus dirajut, sehingga pemahaman dalam berbangsa dan bernegara di masyarakat juga semakin kuat.
“Empat pilar kebangsaan merupakan benteng bagi masyarakat terutama generasi bangsa agar tidak tergerus oleh modernisasi dan hilang jati diri sebagai warga Republik Indonesia,” katanya.
Sebagai salah satu upaya lanjutan, imbuhnya, dirinya menegaskan bahwa dalam setiap reses yang dilaksanakan, dirinya terus turut memberikan edukasi kepada konstituennya terkait pentingnya memahami empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Harapannya adalah, dalam masyarakat yang multi-kultural di Kutim, persatuan dan kesatuan dapat terus dijaga, silaturrahmi dan tenggang rasa antar warga juga semakin kokoh dan juga tidak munculnya permasalahan yang berbau SARA yang dapat memecah belah masyarakat.
“Tidak ada pemahaman satu golongan lebih unggul dari yang lain yang muncul dengan memahami empat pilar kebangsaan, justru lebih ke kebersamaan, saling toleransi. Berbeda untuk saling mengenal ras, suku dan budaya,” tutupnya. (Adv-DPRD/Q).
![]()












