KUTAI TIMUR – Komisi D DPRD Kutim menggelar inspeksi mendadak (SIDAK) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Sangatta Utara guna melhat secara langsung kondisi gedung yang menjadi salah satu tujuan sekolah favorit di Ibu Kota Kabupaten tersebut.
Dalam sidak yang berlangsung kurang lebih 2 jam tersebut, tiga anggota DPRD yakni Yan Ipui, Yulianus Palangiran serta Ramadhani langsung meninjau di beberapa kelas yang kondisinya sangat mengkhawatirkan dan masih digunakan untuk proses belajar mengajar.
“Itu pak palfonya yang bocor dan sudah jebol,” terang salah satu guru yang mendampingi sambil menunjuk salah satu atap ruang kelas yang menganga.
Menurutnya, jebolnya atap di beberapa kelas hanya sebagian kecil dari sekian banyak kerusakan bangunan yang ada di sekolah yang memiliki empat gedung bertingkat dengan jumlah siswa sebanyak 1.152 tersebut, mulai dari kaca jendela yang pecah di salah satu kelas, kondisi cat yang sudah memudar serta beberapa dinding yang bocor.
Ditemui usai sidak, Yan yang juga Ketua Komisi D mengaku heran dengan kondisi prasarana sekolah yang jauh dari kata layak. Menurutnya proses pengajuan perbaikan serta penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) sudah lama diajukan oleh pihak sekolah, namun hingga saat ini belum direalisasikan.
“Ini kan sudah di rancang (diajukan) sejak lama lama, namun kok nggak segera di eksekusi, ini menimbulkan tanda tanya,” ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan langkah kongkret guna menyelesaikan permasalahan terkait kebutuhan dasar masyarakat yakni memberikan jaminan sarana dan prasarana pendidikan yang layak bagi seluruh warga, khususnya di Kabupaten Kutim.
“Ini bukan hanya prioritas namun sudah urgent (darurat) sekali,“ pungkasnya. (Adv-DPRD/tj)
![]()












