KUTAI TIMUR – Meningkatnya Proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kutai Timur (Kutim) yang mencapai kisaran Rp 30 miliar, membuat banyak pihak mengapresiasi pemerintah daerah.
Termasuk yang datang dari Fraksi Golkar melalui juru bicaranya, Hasna. Perempuan berjilbab itu menerangkan jika hal ini dianggap menunjukan optimisme dan semangat kinerja positif pemerintah daerah dalam memaksimalkan pendapatan daerah.
Seperti diketahui, Pendapatan Asli Daerah ini diraup paling banyak dan berasal dari sektor pajak dan retribusi daerah. Kata Hasna, hal itu menunjukan pula kesadaran masyarakat akan taatnya dalam membayar pajak.
“Kami dari Fraksi Golkar mendukung Pemkab Kutim dalam upaya optimalisasi pengelolaan dan penerimaan daerah dari sektor pajak dan retribusi daerah,” ujar ia.
Dikatakannya kembali, jika pendapatan Kabupaten Kutim merupakan pos dana transfer pusat dan transfer daerah yang mencapai Rp 2,754 triliun.
“Artinya kita mengalami kenaikan sebesar Rp 157 miliar dari tahun anggaran 2021 yang hanya sebesar Rp 2,597 triliun,” ungkapnya.
Dia berharap agar pemerintah dapat terus menggali potensi PAD, mengingat masih banyaknya peluang pendapatan daerah dari sektor lain di kabupaten ini.
“Semoga PAD kita bisa lebih meningkat lagi di tahun berikutnya,” harapnya. (Adv-DPRD/YM)
![]()












