DaerahEkonomiRagam

Temindung Creative Hub Perkuat Kolaborasi Ekraf Kaltim Berkelanjutan

SAMARINDA, KASAKKUSUK.com -Pemerintah Provinsi Kaltim menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif (ekraf) sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan Temindung Creative Hub (TCH) di kawasan eks Bandara Temindung Samarinda sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan pelaku ekraf di Kaltim.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni saat menjadi keynote speaker pada kegiatan Penguatan Strategi Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah (Rindekrafda) Kaltim 2026-2030 di Temindung Creative Hub pada Rabu, 13 Mei 2026.

Menurut Sri Wahyuni, keberadaan Temindung Creative Hub tak hanya menjadi tempat berkumpulnya komunitas kreatif, tapi juga diharapkan mampu melahirkan ekosistem ekonomi kreatif yang produktif dan berkelanjutan.

Tagline Temindung Creative Hub ini bagus sekali. Connect, Collabs Contribute,” kata Sri Wahyuni.

Dia menilai koneksi dan kolaborasi antar komunitas kreatif menjadi faktor penting dalam membangun sektor ekraf yang kuat. Namun, kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah juga harus menjadi perhatian utama.

“Saya berharap Creative Hub ini bisa menjadi inkubasi pelaku ekraf di Kaltim,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Sri Wahyuni juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat aktif dalam penyusunan Rindekrafda 2026-2030.

Dukungan tersebut dinilai penting agar arah pengembangan ekonomi kreatif di Kaltim dapat berjalan lebih terukur dan tepat sasaran.

Dia menjelaskan, pemerintah tengah memetakan subsektor prioritas yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan subsektor lainnya dalam lima tahun mendatang.

“Lima tahun ke depan subsektor mana yang akan kita dorong. Subsektor ini harus bisa men-trigger subsektor lain bergerak naik,” tegasnya.

Sri Wahyuni mencontohkan subsektor seni pertunjukan yang dinilai memiliki keterkaitan erat dengan bidang lain seperti desain, musik hingga fesyen. Karena itu, pengembangan ekraf disebut tidak dapat dilakukan secara terpisah antar subsektor.

Selain memperkuat kolaborasi, Pemprov Kaltim juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem ekonomi kreatif dari hulu hingga hilir. Mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi produk kreatif disebut harus dikawal secara berkesinambungan.

Berdasarkan data Pemprov Kaltim, kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim pada 2023 mencapai 5,61 persen atau senilai Rp29,43 triliun.

Kontribusi terbesar berasal dari subsektor kuliner sebesar Rp18,16 triliun atau 61,70 persen, diikuti fesyen Rp4,11 triliun dan kriya Rp2,91 triliun.

“Tahun 2025, kontribusi ekraf dalam PDRB kita naik jadi 6,19 persen,” ungkap Sri Wahyuni.

Ke depan, Pemprov Kaltim menargetkan sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu penggerak utama diversifikasi ekonomi daerah.

Sejumlah subsektor yang diproyeksikan menjadi unggulan yakni kuliner, kriya dan wastra, serta aplikasi digital. Sementara subsektor potensial lainnya meliputi seni pertunjukan, fotografi, videografi, film, dan musik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi bersama para pelaku ekonomi kreatif di Kaltim. (adp/ute)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: