SAMARINDA, KASAKKUSUK.com Sebanyak 7.300 penerima manfaat di Kaltim mendapat Bantuan Sosial Terencana (BST) direalisasikan Pemerintah Provinsi Kaltim sepanjang 2025.
Bantuan tersebut disalurkan melalui 112 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang tersebar di kabupaten dan kota di Kaltim.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menyatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Tahun 2025 semua terealisasi. Ini wujud perhatian Pemprov Kaltim agar kesejahteraan dirasakan masyarakat,” kata Rudy Mas’ud.
Adapun BST yang diberikan mencakup pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, sandang, serta alat bantu yang menunjang aktivitas penerima manfaat.
Bantuan ini, kata dia, juga menjadi bagian dari pelayanan dasar sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Sosial.
Dia menjelaskan penyaluran bantuan ini tak hanya difokuskan pada panti milik pemerintah, tapi juga menyasar panti sosial yang dikelola masyarakat atau swasta.
“Program ini mencakup rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas telantar, anak terlantar, lanjut usia telantar, hingga gelandangan dan pengemis,” beber Rudy Mas’ud.
Selain itu, lanjut dia, bantuan juga diberikan dalam skema perlindungan dan jaminan sosial bagi korban saat tanggap darurat maupun pascabencana.
“Rehabilitasi sosial dilaksanakan melalui pendekatan terpadu, meliputi layanan fisik, mental, dan sosial guna memulihkan serta mengembangkan kemampuan individu yang mengalami disfungsi sosial agar kembali mandiri dan berfungsi di tengah masyarakat,” tutur politikus Partai Golkar ini.
Menurutnya, program tersebut tersebar di enam unit pelaksana teknis daerah (UPTD) panti sosial milik Pemprov Kaltim serta LKS lainnya.
Dia juga menyebutkan sebaran penerima manfaat di masing-masing daerah di Kaltim.
Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 16 LKS dengan 976 penerima, Berau 10 LKS dengan 637 penerima, Mahakam Ulu satu LKS dengan 72 penerima, Penajam Paser Utara 5 LKS dengan 299 penerima, dan Kutai Timur 8 LKS dengan 487 penerima.
Kemudian Bontang 7 LKS dengan 548 penerima, Balikpapan 19 LKS dengan 621 penerima, Samarinda 29 LKS dengan 2.043 penerima, Paser 12 LKS dengan 959 penerima dan Kutai Barat 5 LKS dengan 658 penerima.
Karena itu, pihaknya memastikan program BST tetap berlanjut sebagai instrumen perlindungan sosial bagi masyarakat membutuhkan. (adp/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()












