DaerahEkonomiPolitikaRagam

Pasar Pagi Jadi Motor Ekonomi Kota Samarinda

SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Pasar Pagi Samarinda terus berperan sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi kota.

Kawasan perdagangan bertingkat ini bukan hanya menjadi pusat transaksi harian, tapi juga menciptakan efek berantai bagi sektor lain, mulai dari jasa hingga pariwisata lokal.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy mengemukakan bahwa sejak awal Pasar Pagi dirancang dengan pembagian fungsi yang terstruktur.

Dia menyebutkan bahwa lantai dasar difungsikan sebagai area parkir, lantai dua menampung pedagang ikan, ayam, dan kebutuhan pokok, sementara lantai berikutnya diisi pedagang tekstil, aksesoris, hingga emas. Adapun lantai enam dan tujuh menjadi sentra aktivitas grosir.

Marnabas menilai, keberadaan area grosir menjadi daya tarik utama Pasar Pagi. Aktivitas perdagangan tidak hanya melayani warga Samarinda, tapi juga menarik pembeli dari berbagai daerah di Kaltim seperti Berau, Kutai Barat, dan Kutai Kartanegara.

“Pembeli datang dari luar daerah karena kebutuhan grosirnya lengkap. Polanya hampir sama dengan pusat grosir besar di kota-kota nasional,” tutur Marnabas.

Kekuatan Pasar Pagi, kata dia, terletak pada perputaran ekonomi yang dihasilkan. Ribuan pedagang, karyawan toko, hingga pekerja pendukung menggantungkan mata pencaharian di kawasan tersebut.

Dampaknya, sektor penginapan, kuliner, dan usaha oleh-oleh di sekitar pasar ikut merasakan peningkatan aktivitas.

Dari sisi pemerintah, lanjut dia, pembangunan Pasar Pagi tidak semata dilihat dari keuntungan finansial langsung.

Pemerintah Kota Samarinda menempatkan pasar ini sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan lapangan kerja, menjaga pergerakan ekonomi, serta memperkuat posisi Samarinda sebagai kota tujuan belanja.

“Ketika orang datang untuk berbelanja, ekonomi kota ikut bergerak. Itu yang menjadi fokus kami,” ucap Marnabas.

Pasar Pagi melengkapi jaringan pusat perdagangan lain di Samarinda, seperti Pasar Merdeka, Citra Niaga, Segiri, hingga pusat perbelanjaan modern.

“Keberagaman fungsi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi kota di tengah tantangan fiskal dan dinamika perekonomian nasional,” ujarnya.

Marnabas berharap Pasar Pagi tetap menjadi ruang hidup bagi aktivitas ekonomi warga, sekaligus simbol denyut perdagangan Samarinda yang terus bertahan dan berkembang. (sam/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: