BANYUWANGI, KASAKKUSUK.com – Seorang jenazah diduga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya ditemukan di perairan Selat Bali pada Minggu, 1 Februari 2026, saat proses pengangkatan bangkai kapal yang karam pada Juli 2025 lalu.
Jenazah tersebut ditemukan oleh kru Kapal Pionir 88 yang tengah terlibat dalam operasi pengangkatan bangkai kapal di lokasi kejadian.
Penemuan itu dibenarkan oleh Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Jawa Timur, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin.
“Iya, kami menerima laporan bahwa telah ditemukan satu jenazah,” ungkap Arman saat dikonfirmasi di Banyuwangi pada Minggu.
Setelah dievakuasi dari laut, jenazah dibawa ke daratan menggunakan kapal, kemudian langsung dilarikan ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, untuk penanganan dan penyelidikan lebih lanjut. Selanjutnya, proses identifikasi jenazah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Tugas Polairud sebatas melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke RSUD. Untuk proses identifikasi selanjutnya menjadi kewenangan DVI,” ucap Arman.
Dia mengungkapkan bahwa, selama proses pengangkatan bangkai kapal, jajaran Polairud Polda Jatim melakukan patroli dan pengamanan di sekitar titik lokasi.
Apabila ditemukan jenazah, petugas akan membantu proses evakuasi hingga ke rumah sakit.
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada 2 Juli 2025 malam saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kapal milik PT Raputra Jaya itu mengangkut 84 orang, termasuk kru kapal.
Dari total penumpang dan kru, sebanyak 30 orang dilaporkan selamat, sementara sisanya ditemukan meninggal dunia dan sebagian dinyatakan hilang. (ziz/ute)
![]()











